Beranda > berita, korupsi > Hukum KPK Bayar Rp 100 Juta ke Koruptor, MA Gagal Mengharmonisasikan Putusan

Hukum KPK Bayar Rp 100 Juta ke Koruptor, MA Gagal Mengharmonisasikan Putusan


Jakarta – Mahkamah Agung (MA) dinilai gagal mengharmonisasikan putusan yang ditanganinya. Hal ini tercermin saat mengabulkan permohonan koruptor Syarifudin dengan menghukum KPK membayar Rp 100 juta.

kpk

Di sisi lain, MA tidak menghukum aparat kepolisian di berbagai kasus rekayasa penyidikan dan kasus salah tangkap.

“Ini menandakan MA gagal mengharmonisasikan putusan-putusannya,” kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon K Palma kepada detikcom, Sabtu (14/6/2014).

MA menghukum KPK karena dinilai salah menyita barang bukti kasus korupsi Syarifudin yang belakangan dihukum 4 tahun penjara. Tapi di kasus Ket San, MA tidak mau menghukum kepolisian meski Ket San nyata-nyata disiksa dan dijebak oleh pihak kepolisian. Selain itu, banyak kasus yang didampingi YLBHI juga mental saat meminta ganti rugi korban kasus salah tangkap pihak kepolisian.

“Anda gagal paham, saya apalagi. Susah memahami putusan MA kali ini,” kata Alvon sambil tertawa satir.

Hukuman itu dijatuhkan PN Jaksel tapi sempat dianulir di tingkat banding. Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta membatalkan vonis PN Jaksel. Duduk sebagai ketua majelis banding yaitu Syamsul Bachri Bapa Tua dengan anggota Roki Panjaitan dan Dr M Djoko.

“Dari fakta tersebut di atas, telah menggambarkan bahwa barang bukti yang dipersoalkan penggugat (Syarifudin-red) adalah barang bukti yang disita KPK dengan demikian barang bukti yang dipersoalkan dalam perkara a quo adalah masuk dalam domein perkara pidana atau masuk dalam ranah hukum pidana,” putus ketiganya.

Namun keadaan berbalik saat 3 hakim agung yaitu Valerina JL Kriekhof, Syamsul Maarif dan Hamdan mengadili ulang kasus itu di tingkat kasasi. Ketiganya mengubah putusan PT Jakarta dan mengembalikan kembali seperti putusan PN Jaksel.

“Putusannya bulat, tidak ada dissenting opinion,” kata Syamsul Maarif.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s