Beranda > berita, internet, nasional > Kata Chatib Basri Soal Pengaruh Jokowi-Prabowo Terhadap Rupiah

Kata Chatib Basri Soal Pengaruh Jokowi-Prabowo Terhadap Rupiah


Jakarta -Dalam dua pekan terakhir, pelemahan rupiah terjadi cukup dalam dan dolar AS semakin mendekati angka Rp 12.000/US$. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketatnya persaingan calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).rupiah

Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan hangatnya kondisi perpolitikan negara menjadi pantauan dari investor. Sayangnya para investor yang kecenderungan dari asing tersebut tidak begitu paham soal perpolitikan Indonesia.

Investor hanya memantau pergerakan dari dukungan atau pemilih terhadap capres dari berbagai lembaga survei independent. Menjadi kekhawatiran dalam beberapa waktu terakhir adalah posisi kedua capres yang mulai mendekati.

Penilaiannya dengan jarak yang dekat maka akan menimbulkan beberapa kemungkinan buruk. Salah satunya adalah terjadinya perselisihan antara kedua kubu dan menganggu kondusifitas secara sosial, politik dan ekonomi.

“Kalau dekat ini, cara orang melihat, probabilitas dispute-nya gimana. Nanti harus lari ke MK nggak? Bakal ramai-ramai nggak. Itu concern-nya,” ungkap Chatib di kantornya, Jakarta pada Rabu malam (4/6/2014).

Berbeda halnya bila selisih pemilih dari kedua capres cukup jauh. Seperti pada kondisi tahun 2009, saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu meninggalkan para pesaingnya di belakang.

“Kalau jauh itu kan dulu kayak 2009, 60% berbanding 20%. Itu kan bila dimungkinkan terjadinya dispute, itu realtif kecil,” ujarnya.
Makanya sejak dua pekan lalu ada porsi pesta demokrasi Indonesia terhadap pergerakan nilai tukar. Lebih rinci, terlihat saat dolar AS di Rp 11.300/US$ secara perlahan menguat jadi Rp 11.600/US$.

“Pilpres, yang menjadi awal pelemahan dari dolar Rp 11.300/US$ menjadi Rp 11.600/US$,” imbuh Chatib.

Sebelumnya, Guru Besar Ekonomi Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika mengatakan pergerakan kurs memang sangat dipengaruhi oleh situasi politik. Karena sejatinya merupakan ciri khas negara berkembang.

Namun pada akhirnya, tambah Erani, nilai tukar akan menemukan keseimbangan pasca riak-riak politik telah usai. “Nanti pada 9 Juli, kita sudah bisa melihat siapa yang menang pilpres. Asal pilpres berlangsung aman dan damai, kurs akan kembali ke titik keseimbangan,” tuturnya.

Erani memperkirakan, rupiah sulit untuk melemah lebih dalam sampai ke kisaran Rp 12.000 per dolar AS. “Memang akan ada riak-riak kecil, tapi sepertinya tidak sampai ke level itu,” ujarnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s