Beranda > berita, jakarta pusat, korupsi, nasional, politik > Ikan Arwana yang Bikin Sidang Akil Mochtar Memanas

Ikan Arwana yang Bikin Sidang Akil Mochtar Memanas


Jakarta – Persidangan Akil Mochtar kembali memanas. Bekas ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu protes dengan ‘serangan’ pertanyaan jaksa KPK menelisik penghasilan dan kekayaan Akil terkait dakwaan tindak pidana pencucian uang.

Jaksa KPK Pulung Rinandoro mengawali pertanyaan mengenai pemasukan Akil selain penghasilan resmi sebagai hakim konstitusi dan ketua MK. Akil mengaku mendapat tambahan pemasukan dari peternakan sapi, arwana, dan kelapa sawit.
kpk

“Dalam LHKPN itu eee..yang terlapor itu pada saat tahun 2002 peternakan sapi. Kalau yang sawit tidak dilaporkan ke LHKPN karena bukan atas nama saya, arwana tidak,” ujar Akil saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Duit hasil bisnisnya ini biasa diterima Akil secara tunai dan dalam rekening tabungan. Di luar rekening penghasilan resmi yakni BRI, Akil memiliki 3 rekening lainnya yakni Mandiri di Pontianak, BCA di Pontianak, BCA Jakarta Bidakara.

Jaksa Pulung lantas merinci pertanyaannya ke Akil yang pernah jadi politikus Golkar. Akil dicecar mengenai sapi dan arwana. Untuk peternakan sapi, Akil merintis bisnisnya sebelum tahun 1999. “Saat ini sekitar 300-an ekor, berawal dari 30 ekor,” sebutnya.

Peternakan sapi ini disebut Akil tercatat dalam laporan kekayaan, LHKPN yang wajib diisi pejabat negara. “Dari (bisnis) sapi tahun 2002-2013 total penjualannya Rp 2,3 miliar,” kata dia.

Selesai soal sapi, jaksa bertanya mengenai bisnis peternakan arwana. Akil dicecar mengenai pembukuan penjualan ikan termasuk profil pembeli Jaksa juga menyinggung awal mula bisnis Akil dengan mengorek keterangan soal pembelian benih ikan arwana. Akil mengatakan pembelian ikan arwana tidak dicatat.

Jawaban ini membuat jaksa menelisik bisnis arwana dengan mempertanyakan tidak tercatatnya pembelian ikan. “Saudara kan bahasa Jawanya membeli kulakan, dari mana? Kalau bisnis ada tercatat dimana letak beli benih arwana,” ujar Pulung.

“Pak semua di tempat saya rata-rata punya kolam pemeliharaan ikan, bibitnya bisa kita beli langsung, bisa juga kita pelihara sejak lama karena arwana itu baru bisa beranak setelah usia 5 tahun. Jadi dari masyarakat di sana kita beli bibitnya. Bibitnya juga kan bukan dipasang chip KSDA Koperasi Sumber Daya Alam,” paparnya.

Akil lantas diminta menunjukkan bukti pembelian bibit arwana. “Saya kan membuktikan penghasilan saya dari hasil penjualan arwana saya,” katanya.

Karena didesak soal bukti transaksi pembelian, Akil mulai menjawab dengan nada tinggi. “Ada tapi nggak kita buktikan sekarang. Tapi kalau bapak minta bisa kita buktikan,” sahutnya.

“Loh ini masalah pembuktian,” dibalas jaksa. “Iya saya yang membuktikan,” jawab Akil.

Hakim ketua Suwidya menengahi debat jaksa dengan Akil. Hakim menawarkan agar pembuktian mengenai bisnisnya dilakukan pada sidang terpisah. “Kalau menurut gagasan kami sama dengan jaksa, pada saat ini langsung saja kalau ada. Kalau tidak ada sidang berikutnya nanti disiapkan lagi keterangan menyangkut masalah sapi, arwana,” ujarnya.Akil langsung menyampaikan protesnya atas pertanyaan jaksa. Dia menilai pertanyaan yang diajukan melenceng dari dakwaan. “Karena dia (jaksa) tidak percaya penghasilan saya karena anggapanya uangnya hasil korupsi semua. Kan berpikirinya seperti itu,” ujarnya kesal.

Dia kembali menyinggung tidak berwenangnya jaksa pada KPK menuntut perkara pencucian uang. Apalagi Akil menganggap sangkaan pencucian uang tidaksesuai tindak pidana asal yakni korupsi.

“Itu yang saya persoalkan dari semula dakwaan saya korupsi apa suap sebagai tindakpidana asalnya,” sambungnya. “Dakwaan TPPU dinyatakan hasil korupsi, korupsi yang mana? Tidak nyambung,” ujar Akil.

Hakim Suwidya mencoba menenangkan Akil. Dia menerangkan maksud jaksa untuk menelusuri kekayaan yang diduga hasil pidana korupsi. “Tapi korupsi apa? Kann tidak bisa serampangan menuduh orang korupsi,” ujarnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s