Beranda > berita, kesehatan > Duh! 3 Peserta Vasektomi Pemecah Rekor MURI di Medan Alami Pendarahan

Duh! 3 Peserta Vasektomi Pemecah Rekor MURI di Medan Alami Pendarahan


Jakarta – Tiga pria Medan terpaksa dirawat di rumah sakit karena pendarahan tak kunjung henti usai ikut serta dalam acara vasektomi massal. Malangnya, salah satu di antara pria itu lajang. Waduh!

Kegiatan itu bagian dari acara pemecahan rekor MURI.

Ketiga pria itu, GA (48), SDR (40) dan Muh, masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Imelda Pekerja Indonesia, Jl Bilal, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (2/11/2012). Dokter masih melakukan penanganan terhadap masalah yang timbul karena vasektomi ini.

Awalnya ketiga orang itu ikut serta dalam acara vasektomi massal yang digagas Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Pemerintah Kota Medan bekerjasama dengan BKKBN Sumut. Pelayanan untuk akseptor ini tersebar di 13 titik pelayanan selama dua hari, yakni 23 dan 24 Oktober lalu.

Acara itu berlangsung sukses dan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.575 orang. Sebelumnya, rekor partisipasi pria dalam ber-KB dipegang Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah peserta 870 akseptor.

Banyaknya peserta mengikuti acara ini, tidak lepas dari ajakan Pemkot. Menurut SDR, yang juga Kepala Lingkungan (Kepling) di salah satu kelurahan di Medan, para Kepling disuruh mencari calon akseptor. Ada kompensasi Rp 300 ribu untuk setiap peserta.

Naas bagi SDR, dia tidak menemukan satu orang pun yang berminat. Akhirnya dia sendiri yang ikut karena berbagai alasan, termasuk pertimbangan jabatan. Ternyata, setelah ikut vasektomi dia mengalami pendarahan. Kemungkinan dokter yang menangani operasinya belum ahli.

“Sempat tiga kali pendarahan sudah,” kata SDR di rumah sakit.

Kondisi serupa juga dialami GA yang yang vasektomi di salah satu klinik di Jl. Krakatau pada 24 Oktober. Saat ini dia masih lemah dan belum bisa berjalan. Daerah yang divasektomi itu masih bengkak dan sakit.

Atas kejadian ini, korban GA kemudian menunjuk pengacara untuk menempuh jalur hukum. Selain mempertanyakan tentang malpraktek yang terjadi, kuasa hukum juga menyiapkan gugatan jika somasi tidak dijawab.

“GA itu umurnya 48 tahun, tapi statusnya lajang. Mengapa orang yang belum menikah diajak ikut vasektomi? Ini yang sudah kita pertanyakan melalui surat kepada BKKBN Sumut, serta Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Medan,” kata Irfan, kuasa hukum GA.

  1. November 12, 2012 pukul 11:49 am

    I just want to mention I am just new to blogging and site-building and seriously liked this website. Almost certainly I’m going to bookmark your site . You amazingly come with terrific writings. Many thanks for sharing with us your web site.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s