Beranda > berita > Lion Air Sesalkan Polisi Titipkan Perhiasan Rp 2,9 M ke Bagasi Pesawat

Lion Air Sesalkan Polisi Titipkan Perhiasan Rp 2,9 M ke Bagasi Pesawat


Jakarta Dua orang anggota kepolisian Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersaksi melihat perhiasan Umbu S Samapathy dimasukkan ke dalam koper. Nah, koper itu lalu dititipkan ke bagasi pesawat, bukan dibawa ke kabin pesawat dan berujung kehilangan koper senilai Rp 2,9 miliar. Apa komentar Lion Air?lion

“Saksi yang diberikan adalah saksi yang mengetahui barang-barang seperti itu tidak boleh ditaruh di bagasi. Mereka tahu peraturan itu dan mereka tetap memaksakan,” kata kuasa hukum Lion Air, Harris Arthur Medar usai sidang kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Senin (8/10/2012).

Harris juga meragukan kesaksian kubu Umbu. Sebab dari 2 saksi hanya satu saksi yang benar-benar melihat barang tersebut masuk ke dalam koper merek Polo. Sedangkan satu saksi hanya menemani perjalanan dari hotel ke bandara.

“Saksi yang satu lagi mengatakan cuma diajak saja sama temannya, saksi apa itu? Kalau begitu bisa saja kita panggil satu kampung untuk jadi saksi. Nggak bisa begitu,” tandas Harris.

Tidak hanya itu, maskapai berlogo singa terbang ini juga menyayangkan polisi yang menjadi ajudan Umbu itu tidak melaporkan secara detail isi tas tersebut. Padahal dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), barang-barang berharga harus dilaporkan ke penyedia jasa penerbangan.

“Sudah jelas di peraturan menteri apabila ada barang-barang berharga itu dilaporkan tapi ini mereka tidak melaporkan ke petugas kami,” kata Harris menyudahi perbincangan.

Seperti diketahui anggota Gegana Brimob Polda Sulawesi Utara Brigadir Anton Lumuhu mengaku memasukkan perhiasan Rp 2,9 miliar ini ke koper tersebut. Lalu ajudan Umbu ini mengantar koper tersebut ke bandara Sam Ratulangi, Manado.

“Kami nggak lihat secara seutuhnya. Cuma lihat di dalam box transparan yang ada laci-lacinya itu. Barang itu kelihatan waktu kita masukin ke koper untuk packing. Isinya ada cincin, jam, batu berlian dan lain-lain,” kata Anton.

Koper ini lalu terbang bersama Lion Air pada 8 Oktober 2011 dari Manado-Jakarta-Surabaya-Kupang. Saat sampai di Kupang, Umbu mengaku koper merek Polo miliknya hilang. Umbu pun menggugat Lion Air.

Atas gugatan ini, Lion Air menggugat balik Umbu sebesar Rp 503 miliar. Rinciannya Rp 3 miliar untuk kerugian materiil dan Rp 500 miliar untuk kerugian immateril.

  1. Oktober 16, 2012 pukul 10:00 pm

    We’re a gaggle of volunteers and starting a new scheme in our community. Your site offered us with helpful information to work on. You’ve performed a formidable task and our whole group might be thankful to you.

  2. November 30, 2012 pukul 3:13 pm

    Thanks a lot for giving everyone an extraordinarily wonderful opportunity to check tips from here. It is often very beneficial and also packed with a lot of fun for me personally and my office friends to visit your web site nearly thrice a week to find out the latest stuff you have got. Not to mention, I am also always fascinated considering the tremendous information you give. Some two ideas on this page are basically the most beneficial I have ever had.

  3. Desember 18, 2012 pukul 7:53 am

    if you’d like to hire some excellent wedding singers, often appear for a singer with a background in classical music*

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s