Beranda > berita, korupsi > Wahai Presiden Mana Janjimu Berada di Garda Depan Pemberantasan Korupsi?

Wahai Presiden Mana Janjimu Berada di Garda Depan Pemberantasan Korupsi?


Jakarta Titik-titik perseteruan KPK versus Polri terlihat bergema terkait penangkapan penyidik KPK Kompol Novel. Presiden SBY ditagih janjinya saat kampanye Pilpres 2004 lalu, untuk berada di garda terdepan pemberantasan korupsi.
sby
“Publik saat ini menagih janji Presiden yang mengumandangkan untuk berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi ketika kekuatan anti pemberantasan korupsi menguat,” ujar Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum UI, dalam rilisnya, Sabtu (6/10/2012).

Menurut Hikmahanto, dalam situasi yang genting ini diperlukan ketegasan dan keberpihakan SBY. Rincian langkah-langkah ketegasan, bisa dirumuskan oleh para pejabat setingkat menteri atau wakil menteri.

“Jangan sampai kesan tidak adanya ketegasan dan keberpihakan Presiden diinterpretasikan oleh publik sebagai keberpihakan Presiden dalam kekuatan anti pemberantasan korupsi,” kata dia.

Publik, lanjut Hikmahanto, menengarai pelemahan yang dilakukan terhadap KPK terkait kriminalisasi atas penyidik Kompol Novel oleh Polda Bengkulu merupakan upaya anti pemberantasan korupsi. Hal inilah yang seharusnya jeli dilihat SBY.

“Pemerintah dengan otoritas dan kewenangan yang dimilikinya perlu memastikan agar pemberantasan korupsi tetap berjalan on the right track,” tutur Hikmahanto.

Pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara dialog antar pimpinan KPK dan Polri dapat dipastikan akan sia-sia. Sebab konflik yang terjadi antara KPK dan Polri bukan konflik institusi.

“Konflik yang saat ini terjadi adalah konflik antara pro pemberantasan korupsi dengan anti pemberantasan korupsi,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, sejak pukul 18.00 WIB Jumat (5/10) kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel. Sedang Polri yakin kalau Novel bersalah melakukan dugaan pidana pada 2004 lalu atas kasus penembakan pada tersangka kasus pencurian sarang burung walet.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s